Suara Nahdliyin

Warta / Nasional

Terima Gelar "Pangeran Nataigamo", Gus Yahya Komitmen Jaga Nilai Luhur dan Martabat Kesultanan Palembang

Gus Yahya mengatakan Kesultanan Palembang Darussalam merupakan pewaris salah satu peradaban besar di Nusantara yang memiliki jejak sejarah panjang.

27 Juli 2026 08.00
Terima Gelar "Pangeran Nataigamo", Gus Yahya Komitmen Jaga Nilai Luhur dan Martabat Kesultanan Palembang
Gus Yahya menerima gelar kebangsawanan Pangeran Nataigamo dari Kesultanan Palembang Darussalam di Palembang, Sabtu (26/7/2026) (Foto: Instagram Gus Yahya)

PALEMBANG (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mendapat gelar kebangsawanan "Pangeran Nataigamo" dari Kesultanan Palembang Darussalam yang diserahkan dalam sebuah acara di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Bukit Lama, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (26/7/2026). Usai menerima gelar tersebut, Gus Yahya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari keluarga besar Kesultanan Palembang Darussalam.

Dikutip dari Instagram resminya, Senin 27 Juli 2026, Gus Yahya menegaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar penghormatan, tetapi juga amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan kesultanan.

"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih dan syukur yang sebesar-besarnya karena telah diterima sebagai bagian dari keluarga Kesultanan Palembang Darussalam. Insyaallah saya berkomitmen menjaga nilai dan martabat Kesultanan ini," tulis Gus Yahya.

Mantan Juru Bicara Gus Dur ini mengatakan bahwa, Kesultanan Palembang Darussalam merupakan pewaris salah satu peradaban besar di Nusantara yang memiliki jejak sejarah panjang. Ia menilai, warisan tersebut tidak hanya tercermin dalam peninggalan budaya, tetapi juga pada nilai-nilai yang hingga kini tetap hidup di tengah masyarakat.

Gus Yahya mengatakan, kekuatan budaya yang dimiliki Kesultanan Palembang Darussalam telah berperan sebagai perekat sosial yang mampu memelihara harmoni serta memperkuat persatuan masyarakat lintas kelompok.

"Maka tidak heran apabila hingga kini (kesultanan) tetap memiliki tenaga budaya untuk mempersatukan masyarakat, memelihara harmoni, serta menjaga kerukunan dan persatuan," katanya.

Ia berharap modal nilai tersebut dapat dirawat bersama sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Sebab, lanjut Gus Yahya, tantangan yang dihadapi Indonesia hari ini hanya dapat dijawab melalui persatuan dan semangat kebersamaan.

"Semoga bersama Nahdlatul Ulama kita mampu terus menjaga keutuhan bangsa Indonesia, menggalang persatuan untuk menghadapi berbagai tantangan sejarah, dan mengantarkan negeri ini menuju masa depan yang jaya sebagaimana pernah dicapai oleh nenek moyang kita di Palembang dan seluruh Nusantara," katanya. Di akun media sosialnya, Gus Yahya pun banyak mendapat ucapan selamat dari warganet. Mereka mendoakan agar penghargaan untuk Gus Yahya itu menjadi berkah dan amanah.

Sultan Palembang Darussalam Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo mengajak seluruh keluarga besar Kesultanan Palembang Darussalam untuk terus merawat warisan adat dan budaya yang telah diwariskan para pendahulu. Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama.

"Kita ingin adat dan budaya yang ada ini dilestarikan bersama. Insyaallah kita akan saling mendukung dan saling bahu-membahu untuk menegakkan agama Islam agar benar-benar menjadi rahmatan lil 'alamin," kata Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo. (jok)