Suara Nahdliyin

Jam'iyyah / Muktamar NU

Sudah Merasakan Hasilnya, PWNU-PCNU Dukung Gus Yahya

Sekretaris PWNU Banten Ahmad Nuri menilai, pihaknya mendukung tiga agenda besar Gus Yahya: transformasi organisasi, penguatan posisi NU di tingkat nasional dan internasional, sertadalam isu-isu global

22 Juli 2026 07.22
Sudah Merasakan Hasilnya, PWNU-PCNU Dukung Gus Yahya
KH Yahya Cholil Staquf usai menghadiri kegiatan konsolidasi bersama Ketua PWNU dan PCNU se-Banten di Gedung PWNU Provinsi Banten, Senin (20/7/2026). (Foto: Kabar Banten)

BANTEN (SuaraNahdliyin.id) - Dukungan untuk KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) kembali menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mengalir dari PWNU maupun PCNU. Sinyal dukungan dua periode untuk Gus Yahya itu menguat di sela-sela konsolidasi persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Banten. Gus Yahya hadir dalam kegiatan konsolidasi bersama Ketua PWNU dan PCNU se-Banten di Gedung PWNU Provinsi Banten, Senin 20 Juli 2026.

Saat ditanya wartawan usai acara, Gus Yahya menyatakan siap kembali melanjutkan kepemimpinannya. Mantan Juru Bicara Gus Dur ini menegaskan bahwa keberlanjutan agenda pembenahan strategis organisasi selama lima tahun terakhir menjadi alasan utama dirinya kembali maju jadi calon ketum. Hal itu perlu dilanjutkan agar hasilnya lebih optimal.

"Saya tahu bagaimana menyempurnakan agenda-agenda strategis itu supaya menghasilkan sesuatu yang fundamental dan menentukan kemajuan Nahdlatul Ulama di masa depan," katanya.

Dia juga mengaku tidak menyiapkan strategi khusus untuk kembali memimpin PBNU, karena cabang-cabang telah merasakan langsung hasil kerja selama hampir lima tahun terakhir kepemimpinannya. Hal itu dinilai menjadi pertimbangan yang akan menentukan serta meyakinkannya untuk maju memimpin kembali.

"Saya tidak perlu strategi khusus. Cabang-cabang sudah merasakan hasil pekerjaan selama hampir lima tahun ini dan berharap pekerjaan itu bisa dilanjutkan agar lebih sempurna dan tidak terhenti," ujarnya.

Menurut dia, para jajaran NU mulai dari cabang sampai ke ranting telah menikmati hasil kerja selama masa kepemimpinannya. Termasuk melakukan perbaikan-perbaikan organisasi agar lebih sempurna dan benar-benar berkelanjutan, serta tidak terputus di tengah jalan.

"Saya tahu bagaimana seluk-beluk, state of the art dari agenda-agenda seperti itu, dan saya tahu bagaimana menyempurnakannya. Maka saya tawarkan, kalau diberi kesempatan, saya akan sempurnakan sehingga menghasilkan sesuatu yang fundamental dan akan sangat menentukan kemajuan Nahdlatul Ulama di masa depan," tuturnya.

Namun saat ini, dirinya fokus untuk pematangan persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dan mengumpulkan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten serta delapan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Banten untuk membahas materi muktamar sekaligus menyatukan langkah organisasi, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

"Kami melakukan konsolidasi supaya semua bisa ikut menyumbang lahirnya muktamar yang berkualitas, sejuk, bahagia, sekaligus menghasilkan keputusan-keputusan yang bermutu dan membawa kemaslahatan bagi Nahdlatul Ulama ke depan," ucapnya.

Menurut dia, hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) telah menetapkan sejumlah materi utama yang akan dibahas dalam muktamar. Selanjutnya, setiap PWNU diminta menyosialisasikan materi tersebut kepada seluruh PCNU agar muncul masukan dari daerah sebelum dibawa ke forum nasional.

"PWNU di seluruh Indonesia diharapkan mulai membahas materi-materi muktamar bersama PCNU sehingga masing-masing dapat memberikan pandangan dan wawasan untuk menyempurnakan materi yang akan dibahas nanti," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PWNU Banten Ahmad Nuri menilai, kunjungan Gus Yahya tidak semata berkaitan dengan kontestasi kepemimpinan, tetapi lebih menitikberatkan pada konsolidasi organisasi menjelang muktamar. Seluruh unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU maupun delapan PCNU di Provinsi Banten hadir dalam pertemuan tersebut sebagai bentuk soliditas organisasi.

Menurut dia, ada tiga agenda besar yang terus didorong Gus Yahya, yakni transformasi organisasi, penguatan posisi NU di tingkat nasional dan internasional, serta peningkatan peran NU dalam isu-isu global.

"Teman-teman PCNU dan para kiai bersepakat proses gagasan besar itu dilanjutkan. Saya meyakini Banten akan memilih calon yang memiliki pengalaman dan mampu melanjutkan tiga agenda utama tersebut. Dan saya yakin nanti pada ending-nya InsyaAlllah Banten akan mendukunglah ke arah sana," tuturnya.

Penyempurnaan program juga, dia menuturkan, mencakup penguatan digitalisasi organisasi, kaderisasi, hingga perluasan kontribusi NU dalam mendorong penyelesaian konflik dan perdamaian di tingkat dunia. Agenda tersebut dinilai menjadi bagian dari arah pembangunan organisasi yang akan dibahas dalam Muktamar NU 2026.

"Jadi, peran organik relasi dengan kekuasaan, bukan dengan kekuasaannya tapi dengan negaranya. Ketika mencintai Hubbul Wathan Minal Iman, bahwa NU harus berperan dengan negara. Pemerintah dan NU berkolaborasi untuk membangun umat, dan mudah-mudahan NU menjadi perekat kemajuan umat," ucapnya. (jok)