Suara Nahdliyin

Jam'iyyah / Muktamar NU

PWNU-PCNU se-Jatim Usulkan 16 Masyayikh Masuk AHWA

Kiai Matin menjelaskan dari 27 nama masyayikh mengerucut menjadi 16 nama. Kriterianya alim atau berilmu, memiliki integritas moral, bersikap adil, tawadhu, dan berpengaruh.

22 Juli 2026 19.59
PWNU-PCNU se-Jatim Usulkan 16 Masyayikh Masuk AHWA
Wakil Rais PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir, saat rapat koordinasi pengusulan tim AHWA. (Foto: Istimewa)

SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur mengusulkan 16 nama masyayikh atau ulama sepuh untuk masuk tim Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026. Sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama, penetapan Rais Aam PBNU berdasarkan mekanisme musyawarah tim AHWA yang berjumlah sembilan orang. Tim AHWA merupakan masyayikh atau ulama sepuh NU di Indonesia, yang diusulkan PWNU dan PCNU se-Indonesia saat Muktamar NU nanti.

“Setelah beberapa kali rapat pengurus syuriyah dan tanfidziyah PWNU Jatim, serta melakukan rapat koordinasi dengan PCNU se-Jatim, kami sepakat mengusulkan 16 nama masyayikh masuk tim AHWA,” kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir di Surabaya, Rabu (22/07/2026.

Sebanyak 16 masyayikh atau ulama sepuh NU usulan PWNU Jatim sebagai tim AHWA ialah sebagai berikut:

1. KH Anwar Manshur (Jawa Timur)

2. KH Makruf Amin (Banten)

3. KH Nurul Huda Djazuli (Jawa Timur)

4. KH Mustofa Bisri (Jawa Tengah)

5. KH Miftachul Akhyar (Jawa Timur)

6. KH Anwar Iskandar (Jawa Timur)

7. KH Afifuddin Muhajir (Jawa Timur)

8. KH Said Aqil Siroj (Jakarta)

9. KH Tuan Guru Turmudzi (Nusa Tenggara Barat)

10. KH Buya Muhtadin (Banten)

11. KH Wildan (Kalimantan Selatan)

12. Tengku KH Nailuzzahri (Aceh)

13. KH Ubaidullah Shodaqoh (Jawa Tengah)

14. KH Zainal Abidin (Sulawesi Selatan)

15. KH Khozien Adnen (Sumatera Barat)

16. KH Ali Akbar Marbun (Sumatera Utara)

Kiai Matin menjelaskan bahwa awalnya ada 27 nama masyayikh atau ulama sepuh dari berbagai daerah di Indonesia yang dijaring PWNU Jatim. Kemudian, dalam perkembangannya mengerucut menjadi 16 nama.

Kiai Matin mengatakan pemilihan masyayikh untuk tim AHWA itu didasarkan pada sejumlah kriteria. Antara lain, alim atau berilmu, memiliki integritas moral, bersikap adil, tawadhu, berpengaruh, memiliki pengetahuan untuk memilih pemimpin yang munadzim dan muharrik, wara’, dan zuhud.

“Selain itu, Jatim juga mengusulkan agar Muktamar ke-35 NU juga memberlakukan pemilihan Ketua Umum PBNU melalui usulan PCNU terkait nama kandidat yang diserahkan kepada Rais Aam untuk memilih salah satu kandidat usulan PCNU itu dengan persetujuan AHWA, sehingga meminimalisir kompetisi dan mengangkat kolaborasi,” katanya. (jok)