Suara Nahdliyin

Religi / Haji & Umrah

Persiapan Haji 2027 Lebih Awal, Arab Saudi Hapus Paket Paling Hemat

Arab Saudi mengumumkan sistem baru untuk haji tahun 2027. Persiapan haji dilakukan lebih awal dan paket hemat dihapus.

5 Juni 2026 13.08
Persiapan Haji 2027 Lebih Awal, Arab Saudi Hapus Paket Paling Hemat
Jamaah haji Indonesia (KCM).

MAKKAH (SuaraNahdliyin.id) - Arab Saudi merombak sistem penyelenggaraan haji tahun 2027. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah menyatakan pihaknya mengambil kebijakan menghapus Paket D (paket paling hemat) serta penataan ulang layanan haji menjadi tiga kategori baru.

"Kategori baru ini diarahkan lebih sesuai dengan kebutuhan serta preferensi jemaah," kata Tawfiq Al Rabiah saat

menyerahkan dokumen yang berisi pengaturan awal kepada kantor-kantor urusan haji dalam persiapan musim haji 2027.

Seperti dikutip dari Saudi Gazette, Jumat ,(5/6/2026) selain jadi persiapan musim haji 2027 langkah itu jadi upaya meningkatkan kualitas layanan bagi jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara. Pada kesempatan itu, Al Rabiah memperkenalkan konsep paket komprehensif yang akan jadi salah satu pembaruan utama pada musim haji mendatang.

Paket tersebut, kata Al Rabiah, mencakup layanan di kawasan masyair atau tempat-tempat suci, akomodasi Makkah dan Madinah, serta layanan transportasi dan konsumsi yang diwajibkan selama masa tinggal jemaah.

"Melalui skema itu, pemerintah Saudi berharap kualitas layanan bisa lebih terintegrasi dan terstandarisasi sejak kedatangan hingga kepulangan jemaah," katanya.

Selain itu dijelaskan pula dalam situs The Daily Dazzling Dawn, selama ini Paket D jadi pilihan paket yang paling hemat biaya. Kebijakan baru tersebut diharapkan mempermudah koordinasi antara penyelenggara haji dan penyedia layanan di lapangan.

Sebagai ganti dari penghapusan Paket D, struktur paket akan disederhanakan menjadi tiga kategori utama. Al Rabiah menilai, restrukturisasi itu dilakukan untuk memberikan pilihan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan serta preferensi jemaah berbagai negara.

Meski begitu, dalam pengumuman tersebut belum dijelaskan secara rinci terkait karakteristik masing-masing kategori paket baru tersebut.

Perubahan lainnya yang diperkenalkan adalah kewajiban pelatihan bagi anggota kantor urusan haji. Artinya, program pelatihan itu jadi salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam proses penerbitan visa.

Kebijakan tersebut menunjukkan upaya Saudi meningkatkan profesionalisme serta kesiapan petugas yang terlibat dalam pelayanan jemaah haji. Pada pelatihan tersebut, pemerintah Saudi berharap kualitas pendampingan dan pengelolaan jemaah bisa semakin meningkat pada musim haji 2027.

Arab Saudi juga menetapkan tahapan penting lain dalam persiapan haji 1448 H. Kantor urusan haji serta perusahaan haji asing mulai mendapat kesempatan melakukan pemesanan prioritas akomodasi di Makkah dan Madinah mulai 30 Juni 2026.

Prioritas juga diberikan kepada kantor urusan haji yang mempertahankan lokasi layanan yang saat ini mereka gunakan di kawasan tempat suci ketika melakukan kontrak paket komprehensif. Masa prioritas itu akan berlangsung hingga 13 Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan agar proses kontrak layanan, pengaturan akomodasi, serta persiapan operasional dapat diselesaikan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (SG/jok)