Jam'iyyah
PBNU Bakal Gelar Rapat Pleno 21 Mei 2026, Tentukan Pelaksanaan Munas-Konbes hingga Muktamar
JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) - Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, akhirnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melaksanakan rapat pleno pada Kamis (21/5/2026). Rapat pleno akan membahas terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan
JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) - Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, akhirnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melaksanakan rapat pleno pada Kamis (21/5/2026). Rapat pleno akan membahas terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU).
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil, mengungkapkan bahwa rapat pleno akan dilaksanakan pukul 13.00 WIB di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.
“(Rapat) Pleno tanggal 21 Mei, jam 1 siang, diadakan di lantai delapan Gedung PBNU,†katanya dilansir NU Online , Selasa (19/5/2026).
Gus Ulil belum memberikan bocoran terkait lokasi pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU. Ya insyaallah Munas-Konbes akan dilaksanakan di tempat yang paling baik,†katanya, Senin (18/5/2026).
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini PBNU belum menentukan lokasi pelaksanaan Munas-Konbes maupun tempat penyelenggaraan muktamar. Menurutnya, keputusan terkait hal tersebut akan dibahas dalam rapat pleno. “Insyaallah kita akan mendiskusikan itu," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan bahwa sejumlah daerah telah mengajukan diri menjadi tuan rumah Munas-Konbes NU.
“Usulan-usulan banyak sekali, Jakarta, Sumatra Utara, Sumatra Barat, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat. Kita akan putuskan dengan cara NU, artinya dengan wisdom para sepuh kiai,†kata Gus Yahya usai kegiatan di Gedung PBNU, Rabu (13/5/2026) lalu.
Terkait usulan agar Muktamar NU digelar pada Agustus, Gus Yahya mengatakan hal tersebut masih akan dibicarakan bersama para sesepuh dan kiai NU. “Itu diusulkan, nanti dibicarakan bersama sesepuh kiai,†ungkapnya.
Ia menambahkan, keputusan akhir mengenai waktu pelaksanaan Muktamar ke-35 NU masih menunggu hasil musyawarah para ulama dan sesepuh.
“Setelah pembicaraan para sesepuh kiai, kita lihat nanti dengan wisdom dan basyirah ruhaniyah kami,†pungkasnya. (nuo)