Suara Nahdliyin

Warta

NU Care-LAZISNU PBNU Bangun Lagi Balai Pengajian Dayah di Aceh Tamiang yang Rusak Kena Banjir

Pembangunan balai pengajian dayah (pesantren) ini menjadi simbol dimulainya pembangunan kembali sektor pendidikan Islam sebabagai

15 Juli 2026 09.27
NU Care-LAZISNU PBNU Bangun Lagi Balai Pengajian Dayah di Aceh Tamiang yang Rusak Kena Banjir
Suasana peletakan batu pertama pembangunan Balai Pengajian Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah di Kampung Alue le Puteh Selasa (14/7/2026).

ACEH TAMIANG (SuaraNahdliyin.id) - Dayah (pesantren) di Kampung Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang, Aceh, segera memiliki lagi balai pengajian. Hal itu setelah kolaborasi NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Pengajian Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah di kampung tersebut pada Selasa (14/7/2026).

Pembangunan balai pengajian ini sekaligusmenjadi simbol dimulainya pembangunan kembali sektor pendidikan Islam sebagai bagian dari proses rehabilitasi pasca-bencana. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Rehabilitasi Bencana Sumatra yang dilaksanakan NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret), hasil penghimpunan donasi masyarakat melalui gerai Indomaret di seluruh Indonesia.

Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs Armia Pahmi, M.H., yang memimpin prosesi peletakan batu pertama, menegaskan bahwa keberadaan dayah memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu momentum ini bukan hanya soal dimulainya pembangunan sebuah bangunan, tetapi dimulainya ikhtiar bersama membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

"Dayah akan menjadi pusat pembinaan umat sekaligus benteng moral masyarakat," ujarnya. Sekretaris LAZISNU PBNU, H Moesafa, mengatakan bahwa rehabilitasi pascabencana tidak cukup hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan pusat-pusat pendidikan dan keagamaan yang menjadi penguat kehidupan masyarakat.

"Selain pembangunan Balai Pengajian Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah, program ini juga mencakup rehabilitasi ruang ustadz dan dapur pesantren Dayah Sabilul 'Ulum Diniyah Islamiyah serta rehabilitasi Balai Pengajian lantai dua Madrasah Al Hidayatul Islamiyah," katanya. Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah, Tengku Ramadhani, mengatakan, pembangunan tersebut menjadi harapan baru bagi para santri dan masyarakat sekitar. "Selama pascabanjir, di dayah kami balai sangat rusak. Dengan adanya pembangunan ini, insya Allah proses belajar mengajar dan mengaji akan semakin nyaman dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan para santri. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mewujudkan cita-cita ini," katanya dikutip dari NU Online.

Perwakilan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Bambang Trijanto menegaskan bahwa kolaborasi dengan NU Care-LAZISNU PBNU merupakan bentuk nyata sinergi peduli kemanusiaan dalam mendukung pembangunan masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa kepedulian pelanggan yang disalurkan melalui donasi di gerai Indomaret dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.

"Kami berharap fasilitas yang dibangun menjadi pusat lahirnya generasi penerus yang memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat," ujarnya. Melalui semangat gotong royong antara pemerintah, NU Care-LAZISNU PBNU, Indomaret, dan masyarakat, pembangunan beberapa dayah di Aceh Tamiang diharapkan menjadi salah satu tonggak penguatan pendidikan Islam sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana. (jok)