Suara Nahdliyin

Budaya

Muktamar Kebudayaan Lesbumi NU: Ulama, Budayawan hingga Pelaku Ekonomi Kreatif Kumpul di Jombang

Saat kondisi ekonomi makin sumpek, muktamar ini diharapkan menyegarkan lewat gagasan seni-budaya yang mengakar tradisi tapi punya nilai ekonomi kreatif.

10 Juni 2026 09.10
Muktamar Kebudayaan Lesbumi NU: Ulama, Budayawan hingga Pelaku Ekonomi Kreatif Kumpul di Jombang
Jadwal acara Muktamar Kebudayaan NU di Jombang.

JOMBANG (SuaraNahdliyin.id) - Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) menggelar Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 di Universitas KH A. Wahab Hasbullah, Tambakberas Jombang, 12-14 Juni 2026. Tema acara ini "Kembali ke Akar: Menguatkan Fondasi Kebudayaan NU dalam Krisis Peradaban Global".

Panitia lokal, Ki Wasis, mengatakan, muktamar ke-3 ini dirancang terbuka. Tujuannya mempertemukan tokoh, ulama, seniman, budayawan, akademisi, hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Di tengah kondisi ekonomi yang sumpek, muktamar ini diharapkan menyegarkan lewat gagasan seni-budaya yang mengakar tradisi tapi punya nilai ekonomi kreatif,” kata Ki Wasis dikutip dari PCNUJombang, Selasa (9/6/2026).

Acaranya bukan sekadar seminar. Ada pameran pusaka, karya seni, kaligrafi, pertunjukan ludruk, tari topeng, macapatan, kerajinan, hingga orasi kebudayaan. Semua untuk menunjukkan bahwa seni-budaya Islam Nusantara yang ramah, yang maslahat, global, dan membumi.

Ki Wasis menambahkan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kabupaten Jombang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung terutama tim medis Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU 2026 serta Rakornas VII Lesbumi PBNU.

Ketua LKNU Jombang, dr Hj Rokhimah Riza (Ning Iim) menegaskan komitmennya memberi dukungan penuh, khususnya dalam aspek pelayanan kesehatan, kesiapsiagaan medis, serta penguatan layanan kesehatan selama rangkaian kegiatan berlangsung mulai 12–14 Juni 2026 di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum--kampus UNWAHA--, Tambakberas, Jombang.

Sementara itu, Ketua Lesbumi PBNU KH M. Jadul Maula menyatakan Muktamar Kebudayaan memilih UNWAHA sebagai lokasi karena kampus ini dinilai bisa jadi “dapur peracik seni-budaya”. Harapannya, masjid-masjid yang jumlahnya ribuan di Indonesia tidak hanya untuk shalat formal. Masjid harus jadi pusat ilmu, seni, dan budaya Islami agar umat keluar dari kemiskinan kultural dan struktural.

“LESBUMI sejak awal kemerdekaan hingga kini membuktikan peran besarnya. Kini saatnya ruh tradisi itu dikuatkan lagi agar Indonesia jadi mercusuar peradaban dunia,” tambah Pengasuh Pesantren Budaya Kaliopak Yogyakarta ini.

Mantan Direktur LKiS Yogyakarta ini menyebutkan bahwa kekayaan akar budaya Nusantara bukan cuma modal, tapi potensi. Dengan tetap teguh pada akar tradisi dan nilai spiritual, LESBUMI berharap Muktamar Kebudayaan melahirkan rumusan genius. Rumusan itu kemudian bisa jadi pegangan umat Islam untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar lewat seni-budaya, menjaga etika, moral, dan akhlak mulia.

Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 bukan sekadar seremoni. Ini ikhtiar NU memastikan, jelang Indonesia Emas, seni dan budaya tetap jadi benteng jati diri bangsa yang majemuk dan beradab.

“Semoga rekomendasi yang lahir dari Muktamar Kebudayaan Indonesia di Jombang benar-benar membawa NU kembali ke akar khidmah untuk umat. Merawat jagad dan peradaban dunia. Aamiin,” katanya.

Sementara itu Pj. Ketua PCNU Cilacap, H. Paiman Sahlan, menegaskan NU adalah jam’iyah terbesar dunia. Amanahnya jelas: memberdayakan jamaah menuju maslahat umat, katanya seperti dikutip dari pcnucilacap.com.


Tampilkan Besut


Sedang PCNU Lesbumi Jombang menyatakan kesiapan untuk menampilkan kesenian Besut sebagai salah satu kearifan lokal khas Jombang dalam rangka memeriahkan Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU.

Ketua PCNU Lesbumi Jombang Abah Suudi-- panggilan akrab juragan Jagat Besi Betek Mojoagung-- menyampaikan bahwa dipilihnya Besut sebagai salah satu sajian budaya merupakan bentuk komitmen untuk memperkenalkan dan melestarikan kesenian lokal yang telah lama tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Jombang.

'Besut merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis dan menjadi identitas masyarakat Jombang. Melalui momentum Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU ini, kami ingin menghadirkan kembali kekayaan budaya lokal agar semakin dikenal generasi muda dan masyarakat luas,” ujarnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi para pegiat budaya NU dari berbagai daerah, Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU diharapkan mampu memperkuat gerakan kebudayaan yang berakar pada tradisi, sekaligus membuka ruang dialog antara budaya lokal dengan perkembangan zaman. (jok)