Suara Nahdliyin

Jam'iyyah

Muktamar ke-35 Moment Satu Abad NU “Pulang Kampung”, Begini Harapan PCNU Pringsewu

Muktamar ke-35 NU bertepatan satu abad perjalanan NU mulai tahun 1926-2026. Karenanya, banyak harapan yang diinginkan warga nahdliyin pada momen bersejarah ini. Seperti yang disampaikan PCNU Pringsewu

17 Juli 2026 23.08
Muktamar ke-35 Moment Satu Abad NU “Pulang Kampung”, Begini Harapan PCNU Pringsewu
WAWANCARA: Rais Syuriah PCNU Pringsewu KH Muhammad Hambali saat di wawancarai awak media.

PRINGSEWU (SuaraNahdliyin.id) – Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama 2026 yang bertepatan dengan 1 Abad perjalanan NU mulai tahun 1926-2026, merupakan momen bersejarah dalam perjalanan organisasi islam terbesar di dunia ini. Karenanya, banyak harapan yang diinginkan warga nahdliyin dalam Muktamar NU tahun ini.

Salah satunya disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu, Provinsi Lampung, H Muhammad Faizin. Ia berharap Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 mendatang, berlangsung dengan lancar, aman, tertib, penuh keberkahan, serta menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan organisasi dan kemaslahatan umat.

Menurutnya, Muktamar Ke-35 memiliki makna yang sangat istimewa karena menjadi momentum "pulang kampung" Nahdlatul Ulama. Pasalnya, setelah satu abad mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara, warga NU kembali ke Jombang, tempat tanah kelahiran para pendiri NU sekaligus salah satu pusat peradaban pesantren di Indonesia.

"Ini bukan hanya perpindahan lokasi muktamar, tetapi memiliki nilai historis yang sangat mendalam. Satu abad NU pulang kampung. Kita kembali ke akar perjuangan para muassis untuk mengambil inspirasi, semangat, dan nilai-nilai perjuangan mereka sebagai bekal memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Ia mengatakan, Muktamar ke-35 juga dapat dimaknai sebagai "Lebaran Warga NU". Ribuan warga NU dari berbagai daerah diperkirakan akan hadir, baik sebagai muktamirin maupun jamaah yang ingin menyaksikan muktamar dan ngalap barakah. “Momentum ini menjadi ajang silaturahim akbar, untuk mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Ia berharap muktamar menjadi titik awal pembukaan lembaran baru bagi NU dalam memasuki abad kedua. Tantangan zaman yang semakin kompleks, menuntut NU untuk terus memperkuat perannya sebagai jam'iyyah diniyyah ijtima'iyyah, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.

"NU harus semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah harus tetap menjadi fondasi dalam berdakwah, membangun pendidikan, memperkuat ekonomi umat, menjaga kerukunan, merawat kebangsaan, serta menghadirkan Islam yang rahmah bagi seluruh alam," katanya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu, KH Muhammad Hambali berharap Muktamar ke-35 melahirkan keputusan-keputusan yang penuh hikmah dan membawa kemaslahatan bagi warga Nahdlatul Ulama maupun masyarakat Indonesia secara luas.

Menurutnya, setiap hasil muktamar hendaknya menjadi pedoman dalam memperkuat khidmah NU kepada umat. "NU harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keberadaan NU tidak hanya tampak dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui pelayanan pendidikan, dakwah, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, serta berbagai ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan umat," tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa muktamar bukan hanya forum memilih pemimpin, melainkan forum musyawarah untuk merumuskan arah perjuangan organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, seluruh proses harus dilandasi keikhlasan, persaudaraan, dan semangat mencari kemaslahatan bersama.

Ia juga mengajak seluruh muktamirin, penggembira, dan warga Nahdlatul Ulama yang akan hadir di Tambakberas agar menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Antusiasme warga NU yang datang secara berbondong-bondong hendaknya menjadi potret kedewasaan organisasi dengan mematuhi seluruh aturan panitia dan menghormati masyarakat setempat. "Semoga Muktamar Ke-35 menjadi muktamar yang bermartabat, sejuk, penuh persaudaraan, dan menghasilkan kepemimpinan yang amanah," harapnya

"Dari Tambakberas, semoga lahir keputusan-keputusan strategis yang membuka lembaran baru bagi Nahdlatul Ulama, sehingga pada abad keduanya NU semakin kokoh sebagai jam'iyyah diniyyah ijtima'iyyah yang senantiasa mengabdi kepada agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan," pungkasnya. nul/rai