Suara Nahdliyin

Warta

Mengenang Ibu Nyai Zainab Habib, Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Boyolali, Perempuan Tangguh Penggerak Perempuan NU

Gus Yahya mengatakan, Ibu Nyai Zainab figur perempuan tangguh, penggerak perempuan NU, ahli riyadhāh, ‘eman papan’ terhadap santri-santri, khususnya santri putri.

16 Juli 2026 06.38
Mengenang Ibu Nyai Zainab Habib, Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Boyolali, Perempuan Tangguh Penggerak Perempuan NU
Gus Yahya saat takziyah dan hurmat jenazah almarhumah Ibu Nyai Hj Zainab Habib. (Foto: Instagram Gus Yahya)

BOYOLALI (SuaraNahdliyin.id) - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Boyolali, Jawa Tengah, Ibu Nyai Zainab Habib, wafat pada Selasa (14/7/2026). Almarhumah merupakan istri ulama kharismatik KH Habib Ihsanuddin yang juga Ketua PC Muslimat NU Boyolali Jawa Tengah, dan ibu dari Gus Aunullah A’la Habib, Katib Syuriah PBNU.

Tampak melakukan takziyah di rumah duka Ponpes Al Huda, antara lain Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Dikutip dari akun Instagram resmi Gus Yahya Kamis (16/7/2026), Gus Yahya mengenang almarhumah sebagai perempuan yang tangguh.

"Melawat ke Boyolali, takziah, hurmat jenazah almarhumah Ibu Nyai Hj Zainab Habib, Pengasuh PP Al-Huda Boyolali, Ketua PC Muslimat Boyolali, Ibu dari Gus Aunullah A’la Habib, Katib Syuriah PBNU, Rabu (15/7). Beliau figur perempuan tangguh, penggerak perempuan NU, ahli riyadhāh, ‘eman papan’ terhadap santri-santri, khususnya santri putri. Istiqomah sāhirul layali, dilanjut menyiram dengan utun tanaman-tanaman di halaman pesantren di hampir saban hari," tulis Gus Yahya.

Menurut Gus Yahya, almarhumah banyak qudwah yang bisa kita teladani bersama, termasuk dalam pokok soal uji kompetensi santri. Beliau tidak percaya ujian tulis, sejarah sampai waris, harus ada ujian lisan.

"Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu ‘anha. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala melimpahkan segala rahmat, mengampuni segala khilaf, dan menempatkan beliau di maqam termulia di sisi-Nya. Semoga atsar kesalehan dan keteladanan yang beliau tinggalkan terus mengalirkan berkah bagi keluarga, santri, dan jam’iyah yang ditinggalkan. Amin," tulis Gus Yahya.
..

Ibu Nyai Zainab tak bisa dilepaskan dari Pondok Pesantren Al Huda yang terletak di Dusun Doglo Desa Candigatak Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Pesantren ini didirikan oleh KH Habib Ihsanudin, suami Ibu Nyai Zainab. Pasangan suami istri ini membagi tugas dalam membangun pendidikan pesantren dan dakwah. Tugas-tugas yang berkaitan dengan pengelolaan pondok ditangani oleh Ibu Nyai Zainab Habib, sementara tugas-tugas pengembangan dakwah dan hal-hal yang bersifat keagamaan diemban oleh Kiai Habib Ihsanudin. Dapat dikatakan bahwa Ibu Nyai Zainab Habib memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan dan eksistensi Pondok Pesantren Al Huda hingga namanya dikenal luas di masyarakat.

Ibu Nyai Zainab dikenal sebagai sosok tangguh dalam mengembangkan pendidikan, khususnya untuk pengembangan karakter santri dan perempuan pada umumnya. Hal itu mengingat Beliau juga Ketua PC Muslimat NU Boyolali.

Berbekal ilmu yang didapat dari bangku kuliah ketika menimba ilmu di Fakultas Hukum Islam UNNU (1971), Bu Nyai Zainab mengelola Pondok Pesantren Al Huda dengan sangat baik hingga akhir hayatnya. Pernikahan Beliau dengan KH Habib Ihsanudin dikaruniai enam orang anak, yakni Hilma A’yunina (1972), Zulfa Nahdiana (1974), Annina Kumala Dewi (1974), Atho’illah Habib (1979), Aunullah A’la Habib (1982) dan Lukluk Tsurayya (1984).

Pasangan suami istri KH Habib Ihsanuddin dan Bu Nyai Zainab juga pernah dinobatkan sebagai Juara I pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat nasional yang diadakan oleh Departemen Agama--sekarang Kementerian Agama. Dalam mendidik putra putrinya Beliau selalu mengedepankan contoh konkret kepada mereka dan selalu pula berupaya menanamkan konsep sesuai ajaran Rasulullah Muhammad SAW.

Kiai Habib sendiri pernah menyatakan, bahwa bila ingin sukses dunia akhirat, harus ditunjang dengan istri yang sholihah, anak yang sholeh, rejeki yang halal dan bergaul dengan orang yang sholeh. Istri sholihah itu modal yang sangat penting, karena sulit sekali anak sholeh lahir dari ibu yang tidak sholihah.

”Juga keberkahan dan kedamaian itu pasti hanya datang dari rejeki yang halal,” kata Kiai Habib saat itu soal istri dan anak-anaknya. (jok)