Jam'iyyah
Lantik PCNU Kobar & Lamandau, Gus Yahya Tegaskan Pentingnya Soliditas dan Kaderisasi
Gus Yahya menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjalankan amanah organisasi.
KOTAWARINGIN BARAT (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menghadiri pelantikan PCNU Kotawaringin Barat (Kobar) dan Lamandau masa khidmat 2026–2031 di halaman Gedung PCNU Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2026).
"Saya menekankan pentingnya menjaga soliditas dan memperkuat kaderisasi. Khidmat NU hanya terwujud nyata jika pengurus bersatu dan konsisten bekerja demi kemaslahatan umat. NU harus solid agar lahir kader-kader tangguh penyangga perjuangan organisasi. Kami mengapresiasi aktivisme PCNU Kobar dengan rancangan programnya. Selamat bertugas untuk seluruh pengurus. Mari rapatkan barisan mengabdi bagi agama dan bangsa," kata Gus Yahya di hadapan para pengurus PCNU Kobar dan Lamandau seperti dikutip dari Instagram @gusyahyacholilstaquf, Jumat (24/7/2026).
Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kabupaten Lamandau berlangsung khidmat di Gedung PCNU, Jalan Pangeran Diponegoro, Pangkalan Bun, Rabu (22/7/2026). Dalam sambutannya, Gus Yahya menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjalankan amanah organisasi.
Menurutnya, seluruh pengurus harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program yang berkelanjutan.
“NU harus hadir di tengah masyarakat. Pengurus tidak cukup hanya dilantik, tetapi harus benar-benar bekerja melayani umat. Kita tidak boleh berhenti pada struktur, yang dibutuhkan adalah kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh umat,” tegasnya dikutip dari DayakNews.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus memperkuat kemandirian organisasi agar Nahdlatul Ulama mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Selain itu, warga NU di Kalimantan diingatkan untuk menjaga bumi Kalimantan sebagai wilayah yang penuh keberkahan dan anugerah dari Allah SWT.
Menurut Gus Yahya, kekuatan Nahdlatul Ulama terletak pada soliditas jam’iyah dan jemaah hingga ke tingkat paling bawah. Karena itu, konsolidasi organisasi harus terus diperkuat dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“NU ini besar karena jemaahnya. Maka, kekuatan itu harus terus dirawat sampai ke tingkat bawah. Kita harus tetap istiqamah menjaga nilai Aswaja, sekaligus merawat persatuan di tengah dinamika masyarakat,” ujarnya. (jok)