Jam'iyyah
Ketum PBNU Tegaskan Pentingnya Standardisasi Kaderisasi NU
Gus Yahya menyatakan tidak mungkin organisasi ini dikelola oleh orang-orang dengan isi kepala yang berbeda-beda tentang apa yang harus diurus dan dikelola. Di sinilah pentingnya pelatihan kader.
REMBANG (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyoroti pergeseran dinamika pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) saat ini yang semakin beragam. Keragaman tersebut membuat NU tidak bisa lagi hanya mengandalkan pesantren secara tradisional sebagai satu-satunya wahana kaderisasi yang seragam. Karena itu, standardisasi melalui pelatihan kader yang terstruktur kini menjadi kebutuhan mutlak organisasi.
"Hari ini, persepsi tentang NU itu bisa berbeda-beda. Tidak mungkin organisasi ini dikelola oleh orang-orang dengan isi kepala yang berbeda-beda tentang apa yang harus diurus dan dikelola. Di sinilah pentingnya pelatihan kader,” kata Ketum PBNU Gus Yahya saat membuka Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan 2 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang. Acara ini digelar pada Rabu, 15 Juli 2026 yang bertepatan dengan 29 Muharram 1448 H. PMKNU Angkatan 2 ini mengusung tema besar: “Merawat Jagat Membangun Peradaban, Mendampingi Umat Memenangi Masa Depan.”
Gus Yahya menegaskan, saat ini, pelatihan kader telah berhasil diadopsi sebagai bagian dari standar struktural organisasi NU di berbagai tingkatan.
Lebih lanjut, Gus Yahya menegaskan bahwa target substansial dari pelaksanaan PMKNU ini adalah untuk mengembalikan kesadaran kolektif seluruh kader mengenai jati diri NU.
“Target substansial pelatihan kader ini adalah mengingatkan kita semua bahwa NU ini adalah organisasi dengan cita-cita. Ada sesuatu yang diperjuangkan untuk diwujudkan, bukan sekadar tempat kumpul-kumpul,” tegasnya di hadapan para peserta.
Melalui PMKNU Angkatan 2 PCNU Rembang ini, diharapkan lahir para pemimpin dan kader menengah NU yang solid, satu visi, serta siap mendampingi umat dalam menghadapi serta memenangi tantangan masa depan.
PMKNU angkatan 2 diikuti 40 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mulai 15 Juli hingga 19 Juli 2026. (jok)