Jam'iyyah
Hamzah Sahal Beri Pesan Khusus untuk Gus Ipul
SuaraNahdliyin.id - Postingan Hamzah Sahal di akun facebooknya berisi kritikan terhadap sepak terjang Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Saifullah Yusuf, menuai banyak respon dari netizen. Bahkan, tulisan yang diposting pukul
SuaraNahdliyin.id - Postingan Hamzah Sahal di akun facebooknya berisi kritikan terhadap sepak terjang Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Saifullah Yusuf, menuai banyak respon dari netizen. Bahkan, tulisan yang diposting pukul 10.54 WIB, Senin (18/5/2026), dalam kurung waktu 9 jam sudah dikomentari 153 orang, mendapat like 515, dan dibagikan sebanyak 90 kali.
Salah satu komentar tajam dilontarkan pemilik akun M. Yusuf Arbi. Dia memberi komentar, "Ngeri ini, status termahal abad ini."
Selanjutnya Mahmud Yunus Mustofa merespon,"Lawan!"
Dan Maulana Radu menambahkan, "Kenapa seperti dilindungi Rais Aam. Ngapunten".
Hamzah Sahal pun menjawab, "Satu misi."
Ada juga komentar dari pemilik akun Muhammad Fahruddin Al-Mustofa. Ia justru menyayangkan tulisan Hamzah Sahal baru diposting saat ini. “Tentu ini yang ditunggu-tunggu Pak. Semakin clear. Kenapa kok tidak dulu-dulu, biar Nahdliyyin tidak berburuk sangka pada ketum PBNU?.â€
Lalu apa isi pesan Hamzah Sahal untuk Gus Ipul di akun Facebooknya itu? Berikut kutipannya:
Urusannya di PBNU cuma satu: menguasai dan berkuasa. Jika tidak bisa berkuasa, maka akan menjauh dan sesegera mungkin membuat narasi kampanye hitam, bahkan kampanye hitam terhadap institusi.
Siapa dia? Tidak lain dan tidak bukan, yaitu yang terhormat Bpk Drs. H. Saifullah Yusuf. Mau bukti? Terlalu banyak buktinya. Tapu ok, saya kasih bukti tiga saja:
1. NU Online tidak bisa dikuasai, maka dia bilang NU Online dikuasai oleh seseorang. Drs itu tutup mata bahwa NU Online adalah institusi terbaik di PBNU. Tidak ada orang menguasai di sana. Hanya orang yang hasud dan tangannya tidak mampu menembus saja yang bilang NU Online dikuasai seseorang.
2. Digdaya NU, oleh si Drs itu dikuasai oleh seseorang pula. Bagaimana mungkin sekjend bilang seperti itu? Ya karena tidak bisa menguasai saja. Di dunia ini mungkin cuma si Drs itu yg bilang teknologi dikuasai "karyawan". Di dunia ini mungkin cuma dia, alat kesekjenan diluncurkan (1 Agustus) tp sekjennya gak datang. Mengapa? Ya itu tadi, tidak bisa menguasai.
3. Tambang itu, seperti wawancara Ketua PBNU Savic Ali di bawah itu, dikuasai secara de facto oleh Drs dan temannya. Dokumen ada ipin upin ini. Tp dia kampanye hitam ke mana-mana bahwa Gus Yahya yang menguasai. Mau setuju atau tidak, kan bener Ketua Umum PBNU memegang posisi central. Bukan ente dan konco ente.
Repot manusia begini berorganisasi, sudah tidak mengerjakan urusan-urusan kesekjenan tidak mau mundur dari sekjend. Ya kalau mundur memang jabatan menterinya dipastikan akan digoyang. Di tengah ruwetnya isu kementerian dan mengabaikan tugasnya sebagai punggawa PBNU, malah jadi ketua panitia muktamar. Mau apa coba Bapak Drs H. Saifullah Yusuf ini, kalau bukan mau menguasai PBNU.
Sekarang tinggal kita saja, mau percaya orang yg sepanjang hidupnya memburu kekuasaan (jadi walikota pun dikejar) atau percaya Savic Ali di podcast gaspol ini?
Isi postingan tersebut kini mulai menjadi perbincangan di kalangan warga nahdliyin. Tinggal bagaimana kita merespon tulisan tersebut, bergantung dari sudut mana kita melihat. red