Jam'iyyah / Banom
Fatayat NU Jateng Siapkan Daiyah Duta Literasi Keuangan Basmi Pinjol dan Judol
Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj Tazkiyatun Mutmainnah, mengajak para daiyah Fatayat NU untuk memperluas substansi dakwah di era digital agar menyentuh aspek muamalah, khususnya penguatan ekonomi.
SEMARANG (SuaraNahdliyin.id) - Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menggelar Training of Trainer (ToT) Duta Literasi Inklusi Keuangan Jawa Tengah atau DILAN Jateng. Kegiatan ini berlangsung di Hall Room Hotel Rooms Inc, Semarang, Sabtu-Ahad (11–12/7/2026).
Acara yang diikuti puluhan kader Fatayat NU se-Jawa Tengah ini bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), guna melawan masifnya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) di tengah-tengah masyarakat.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj Tazkiyatun Mutmainnah, mengajak para daiyah Fatayat NU untuk memperluas substansi dakwah. Menurutnya, dakwah di era digital tidak cukup hanya membahas persoalan ibadah mahdhah.
"Tetapi juga perlu menyentuh aspek muamalah, khususnya penguatan ekonomi keluarga," ujarnya.
Ia mencontohkan, edukasi literasi keuangan dapat dimulai dari lingkungan keluarga, seperti memanfaatkan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan, membiasakan hidup hemat energi, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi bodong yang menjanjikan keuntungan instan.
Di samping itu, Mbak Iin, sapaan karibnya, mengatakan bahwa kerja sama dengan OJK memiliki arti strategis karena Fatayat NU dihuni perempuan-perempuan usia produktif yang berperan penting dalam pengelolaan ekonomi keluarga.
“Fatayat NU ingin mengambil peran nyata dalam pembangunan masyarakat, khususnya dalam merespons angka kemiskinan di Jawa Tengah yang masih tinggi serta laju inflasi yang fluktuatif,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala OJK Jawa Tengah Hidayat Prabowo, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat dengan literasi keuangan yang baik akan mendapatkan akses keuangan yang baik pula. Hal ini akan menjadikan ketahanan ekonomi keluarga semakin kokoh,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus penipuan digital, termasuk pinjaman online ilegal yang kerap meminta akses terhadap fitur CAMILAN (Camera, Microphone, dan Location) di telepon genggam pengguna.
"Karena akses tersebut sering dimanfaatkan untuk melakukan intimidasi dan teror digital kepada korban," terangnya.
Untuk memperluas dampak gerakan, PW Fatayat NU Jawa Tengah bersama OJK menyepakati tiga fokus tindak lanjut, yaitu penguatan kapasitas internal organisasi, perluasan edukasi berbasis komunitas, serta pembaruan materi literasi keuangan secara berkala.
Selain itu, setiap utusan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU diwajibkan menyusun rencana tindak lanjut di daerah masing-masing. Bentuknya antara lain membuat sedikitnya satu konten edukasi literasi keuangan yang dikolaborasikan dengan media sosial PW Fatayat NU Jawa Tengah, serta menyelenggarakan siaran langsung (live) edukasi melalui media sosial. (nhr)