Jam'iyyah / Banom
Ciptakan Calon Pemimpin Agama Berkelas Global, PBNU-BAZNAS Adakan Orientasi Beasiswa Peradaban
Sekretaris Lakpesdam PBNU, Ufi Ulfiah, mengatakan, Program Beasiswa Peradaban bagian dari ikhtiar NU memperkuat peran Indonesia membangun peradaban dunia melalui pendidikan.
JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan calon pemimpin agama berkelas internasional yang masih konsisten dengan tradisi keulamaan, kepemimpinan, dan nilai-nilai Islam Indonesia. Program ini juga menyasar peserta dari negara lain.
Melalui NU Scholarship, PBNU menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Orientasi Beasiswa Peradaban di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Ufi Ulfiah, mengatakan, bahwa Program Beasiswa Peradaban dirancang sebagai bagian dari ikhtiar Nahdlatul Ulama memperkuat peran Indonesia dalam membangun peradaban dunia melalui pendidikan.
"Karena kita tahu bahwa Indonesia adalah salah satu pusat para ulama dan pemimpin agama. Kami yakin apa yang dimiliki Indonesia dapat kita distribusikan kepada dunia," katanya saat jumpa pers.
Menurut Ufi, Beasiswa Peradaban merupakan salah satu program strategis untuk mewujudkan visi peradaban Nahdlatul Ulama. Melalui program tersebut, PBNU berupaya memperkenalkan pengalaman keislaman Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat jejaring kepemimpinan agama di tingkat global.
Ia menambahkan, program ini juga sejalan dengan visi BAZNAS dalam memperluas kontribusi Indonesia di panggung internasional.
"Ini adalah langkah atau inisiatif kita yang kedua untuk mewujudkan peradaban dunia. Kami berharap program ini terus berkelanjutan dari tahun ke tahun dan jumlah pesertanya semakin bertambah," ujarnya.
Ufi mengungkapkan antusiasme masyarakat internasional terhadap Beasiswa Peradaban terus meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya pendaftar dari berbagai negara yang ingin menempuh pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian menegaskan bahwa kolaborasi PBNU dan BAZNAS merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, penguatan SDM tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga membangun jejaring internasional melalui penyelenggaraan pendidikan bagi peserta dari berbagai negara.
Tahun ini, Program Beasiswa Peradaban menerima enam peserta dari enam negara, yaitu Ahmad Fraidon Qaderi (Afghanistan), Zakaria Nait Mohand (Aljazair), Abdulhameed Mubarak Adinoyi (Nigeria), Issa Asili Omary (Tanzania), Ibad Ali Jan (Pakistan), dan Nafisa Sikder (Bangladesh). Selama mengikuti orientasi, para penerima beasiswa memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber. Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian menyampaikan materi mengenai visi program, sementara Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ginanjar Sya'ban membahas ke-NU-an dan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Selain itu, akademisi Khoirul Anam menyampaikan materi tentang keindonesiaan, Direktur NU Scholarship Muhammad Syauqillah memberikan pembekalan mengenai kelembagaan program, sedangkan Pengurus Lakpesdam PBNU Muhammad Najih Arromadloni turut mengisi sesi pembekalan bagi para peserta. (jok)