Aswaja / Amaliyah
Bacaan Doa Rasulullah saat Hujan Deras
Saat musim hujan tiba, curah hujan biasanya meningkat secara signifikan. Hujan dapat turun beberapa kali dalam sehari dengan durasi yang cukup lama, bahkan berlangsung selama berjam-jam tanpa henti. Dalam satu pekan, hujan juga bisa terjadi hampir setiap hari dengan jeda waktu yang relatif singkat.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena tingginya intensitas hujan dapat menyebabkan peningkatan debit air di sungai, saluran drainase, dan kawasan permukiman. Jika kapasitas aliran air tidak mampu menampung volume hujan, risiko terjadinya banjir pun semakin besar.
Oleh sebab itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak bencana banjir selama musim hujan. Di antara bentuk kewaspadaan itu bisa diwujudkan dengan membaca doa sebagaimana yang telah dilakukan Rasulullah SAW di masa lalu.
Rasulullah membaca doa tersebut saat khutbah Jumat berlangsung ketika seorang sahabat datang melapor bahwa hujan deras yang selama sekira enam hari berlangsung membuat masyarakat kehilangan harta benda dan merusak fasilitas jalan.
Doa tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib, (Kairo, Darud Diyan lit Turats: 1987 M/1408 H), halaman 176.
Adapun bacaan doa saat hujan deras tersebut ialah sebagaimana berikut:
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudlaratkan). Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.